Provinsi Jawa Barat Jadi Konsumen Terbesar Minyak Kelapa Sawit

Produksi kelapa sawit menjadi salah stau bagian penting dalam ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan produsen sekaligus konsumen sawit terbesar di dunia. Dilansir dari laman Wikipedia.org, dikatakan bahwa Indonesia memasok kurang lebih separuh pasokan sawit dunia. Sementara itu, luas kebun sawit di Indonesia pun mencapai 6 juta hektar (dua kali luas negara Belgia). Pada tahun 2015 saja, Indonesia berencana membangun 4 juta hektar kebun untuk produksi bahan bakar bio yang bersumber dari minyak sawit.

Sebelumnya, per tahun 2012, Indonesia memproduksi 35 persen minyak sawit berkelanjutan tersertifikasi (CSPO) dunia. Selain memenuhi kebutuhan pasar, Indonesia juga mulai merintis produksi biodiesel. Tiongkok dan India menjadi negara pengimpor minyak sawit terbesar di dunia. Diketahui bahwa sepertiga dari minyak sawit dunia diimpor oleh dua negara tersebut.

Salah satu perusahaan yang turut bergerak di komoditas kelapa sawit Indonesia saat ini adalah PT Triputra Agro Persada. Perusahaan yang dikelola oleh Arif Rachmat selaku CEO-nya ini juga telah memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta kualitas hasil produksi mereka yang siap untuk diekspor. PT Triputra Agro Persada siap bersaing demi memenuhi kebutuhan masyarakat regional hingga internasional seperti visi dan misi perusahaannya yang berbunyi “Excellent Plantation for The World” dan “Green Plantation for Better Quality of Life”.

Sebelumnya, pada 2013 lalu, saat konferensi Internasional Kelapa Sawit digelar di Bandung, Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan pelaksanaan acara tersebut cukup beralasan mengingat regional Jawa Barat merupakan pangsa pasar atau konsumsi kelapa sawit dan minyak goreng terbesar di Indonesia.

Melansir reportase Kompas.com, saat itu Ahmad Heryawan mengatakan “Konferensi ini cukup beralasan dilaksanakan di Bandung karena Jawa Barat merupakan pangsa pasar kelapa sawit terbesar di Indonesia”.

Kendati sebagai konsumen terbesar produk olahan kelapa sawit, perkebunan kelapa sawit di Jawa Barat sangat sedikit. Saat itu, Heryawan mengaku pesimis untuk mengembangkan kelapa sawit di Jawa Barat.

“Tidak mungkin Jawa Barat mengembangkan produksi kelapa sawit karena lahannya tidak ada, dan lahan di Jawa Barat untuk kelapa sawit tidak seluas lahan di Kalimantan,” imbuhnya. Sebagai terobosan, Jawa Barat mempunyai andalan di bidang teh, karena perkebunan penghasil komoditas itu berada di Jawa Barat dan yang kedua adalah kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *