ISPO, Kuatkan Industri Palm Oil Indonesia

ISPO atau Indonesian Sustainable Palm Oil System merupakan suatu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pertanian yang memiliki tujuan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia. Selain mendukung industri sawit, kebijakan ini juga merupakan partisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.

Kebijakan ini dianggap positif oleh pengusaha sawit, salah satunya PT Triputra Agro Persada yang bergerak dalam perkebunan kelapa sawit. Arif Rachmat, CEO PT Triputra Agro Persada Group menyatakan bahwa penerapan standar sustainability ini merupakan suatu hal yang sangat positif.

“Standar ini harus mematuhi aturan pemerintah dan saya sangat mengacungkan jempol dengan ISPO. Apakah ISPO kemudian bisa diperkuat terus? Tentunya bisa. Tidak ada yang statis. Sebagai manusia kita berkembang terus apalagi organisasi. Jadi sustainability sebagai standar akan terus berkembang,” terang Arif pada Sawitindonesia.com.

Kontan.co.id melaporkan, salah satu anak perusahaan yang juga bergerak dibidang pengolahan CPO ini, yaitu PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM) yang berlokasi di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, telah memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) dari Kementerian Pertanian pada 28 Februari 2014 yang silam. Di tahun yang sama, dua perusahaan lain yang berada dibawah PT Triputra Agro Persada Group, yakni PT Brahma Binabakti di Jambi dan PT First Lamandau Timber International di Kalimantan Tengah juga sudah lolos audit dari lembaga sertifikasi.

ISPO sendiri merupakan inisiatif dari pemerintah Indonesia untuk menghadapi tudingan miring dari lembaga mancanegara terhadap sektor perkebunan sawit. Mereka menganggap, pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia masih jauh dari ideal sehingga merusak lingkungan sekitar.

ISPO memiliki perbedaan dengan Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) yang diterapkan secara internasional. Jika sertifikasi internasional RSPO bersifat voluntary atau sukarela guna memenuhi permintaan pasar, sebaliknya, ISPO bersifat mandatory atau wajib. Sehingga ada sanksi bagi perusahaan yang tidak melakukan sertifikasi ISPO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *