GAPKI Sebut Tanpa Sawit, Ekonomi Indonesia Mungkin Sudah Bangkrut

Joko Supriyono selaku Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebutkan, jika tanpa kelapa sawit mungkin sejak tahun lalu perekonomian negara Indonesia sudah bangkrut.

“Tahun lalu, surplus neraca perdagangan nasional tercatat mencapai US$ 11 miliar. Dan sumbangan sawit terhadap neraca perdagangan tersebut mencapai US$ 23 miliar. Jadi tanpa ada ekspor sawit, kita defisit US$ 12 miliar,” papar Joko dalam acara Pelantikan Pengurus GAPKI Kalteng di Palangkaraya, Selasa (24/4).

Oleh sebab itu Joko dalam rilis GAPKI menyatakan mengapresiasi langkah Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) yang selalu memperjuangkan sawit dalam berbagai forum internasional.

“Ke Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru, Presiden menemui para kepala negara tersebut agar jangan membuat hambatan terhadap sawit,” imbuh Joko.

Menurut Joko, Provinsi Kalimantan Tengah adalah sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Luas perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah mencapai 1,8 juta hektar dari total luas daratan Kalteng seluas sekitar 15 juta hektar.

“Jumlah pekerja dan petani sawit di Kalteng mencapai 600 ribu orang. Berarti ada 2 juta orang dari total 2,6 juta penduduk Kalteng yang menggantungkan hidupnya dari sawit,” tandasnya.

Pioneer Pembangunan
Diakui oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib H. Said Ismail dalam kesempatan yang sama, sektor kelapa sawit memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional. Selain penyerapan tenaga kerja, pengembangan petani sebagai mitra, perkebunan kelapa sawit juga berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur di daerah.

“Dulu saya awal-awal tinggal di Kalteng, daerah Sampit, jalanannya jelek sekali dan rusak. Tapi setelah ada perkebunan kelapa sawit, sekarang jalannya bagus dan mulus. Terima kasih kepada sektor kelapa sawit,” ujar Said saat memberikan sambutan mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang berhalangan hadir.

Said menambahkan, luas Provinsi Kalimantan Tengah satu setengah kali Pulau Jawa. Ada 13 Kabupaten dan 1 Kota dengan total penduduk 2,6 juta jiwa. Tingkat kerapatan (density rate) di Kalimantan Tengah adalah 16 orang per kilometer.

“Perkebunan sawit sangat menunjang ekonomi Kalteng dan Indonesia. Terima kasih kepada pengusaha sawit yang berinvestasi di Kalteng,” tukas Said.

Said juga berharap semakin banyak perusahaan kelapa sawit yang menjadi anggota GAPKI.

Sampun pinten anggota nipun wonten Kalteng?¬†Wonten setunggal atus? (Sudah berapa jumlah perusahaan anggota GAPKI di Kalteng? Sudah ada 100 perusahaan?” tutur Said dengan Bahasa Jawa kromo (halus) yang langsung disambut aplaus hadirin.

“Daripada saya bicara Bahasa Dayak, tidak ada yang mengerti di sini,” sebut Said dengan tersenyum. Hadirin kembali bertepuk tangan. Lebih lanjut, terpilih sebagai Ketua GAPKI Kalteng periode 2018-2023 adalah Dwi Darmawan dari PT Mulia Sawit Agro Lestari. Sementara itu, untuk kawasan Kalimantan sendiri, salah satu pelaku bisnis sawit yang berkemabng cukup besar adalah PT. Triputra Agro Persada (TAP) Group yang unit-unit perusahaannya tersebar tak hanya di Kalimantan tapi juga Sumatera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *